Menghitung Berat Rata-rata ayam

PETERNAKAN AYAM
Untuk menghitung rata-rata berat badan ayam, tidak lah sulit, peralatannya hanya menggunakan sebuah timbangan yang sesuai untuk menimbang berat badan ayam.

Timbangan Yang sesuai itu maksudnya bagai mana?
Yang di maksud dengan sesuai disini adalah: 
Misalkan untuk ayam jenis broiler atau grower, berat badan ayam jika kita timbang hanya mencapai (berat maximum) tidak melebihi 5kg, 

Jika ayam tersebut beratnya tidak melebihi 5 kg, maka sebaiknya timbangan yang sesuai untuk menimbang ayam tersebut gunakan lah timbangan yang 5kg (jenis salter juga tersedia) 

Contoh: Seperti timbangan jenis salter misalnya, untuk jenis salter kapasitas maximum nya berbeda2, 
ada yang:
  • 5 kg
  • 10 Kg
  • 50 kg
  • 100 kg
  • 150 kg
  • 200 kg dan lain-lain

Untuk Ayam layer dari umur 32 minggu sampai umur 65 Minggu , sebaiknya menggunakan timbangan yang kapasitas maximum nya 10 kg.

Kesimpulan:
Jika menggunakan timbangan yang kurang sesuai dengan kebutuhan (tergantung berapa berat yang kita mau timbang), nantinya ke akuratan hasil timbangan akan tidak menghasilkan rata2 yang seimbang.
Contoh Kesalahan menggunakan timbangan:
Jika seorang peternak ingin mengetahui rata2 berat badan dalam kandang yang di peliharanya, sedangkan berat badan ayam (umur masih kecil) hanya 200 sampai 500 gram/ekor;  peternak tersebut menggunakan timbangan berkapasitas maximum 10 kg, nah apakah berat ayam yang di timbang bisa di rincikan dengan sempurna??? pastinya kurang tepat.

Tetapi jika menggunakan timbangan yang 5 kg peternak akan mengetahui rincian kecil dari timbangan tersebut, jadi gunakan lah timbangan yang sesuai dengan kebutuhan.

JADI BAGAI MANA  cara menghitung berat badan ayam?
Harus anda ketahui bahwa ayam yang akan kita ambil dan di gunakan sebagai samples timbangan harus 10 % dari total ayam yang ada di dalam kandang anda.

Misalkan anda memelihara ayam dengan total 1000 ekor, jadi ayam yang harus di timbang adalah sekitar 100 ekor.
kalau tidak bulat 100 ekor juga tidak masalah , misalkan : 90 ekor s/d 110 ekor,

akan tetapi jangan kurang dari 70 ekor
dan jangan lebih dari 140 ekor
Karena kita akn menghitung ayam dalam 10% .

Contoh di bawah ini
 
Scala =  total ayam
300 = 0
320 = 0
340 = 2
360 = 2
380 = 1
400 = 5
420 = 3
440 = 7
460 = 12
480 = 7
500 = 7
520 = 7
540 = 5
560 = 3
580 = 1
600 = 0
620 = 0
=========
Total ayam yang di timbang adalah 62 ekor

Keterangan:
Angka 300 s/d 620 adalah angka scala di dalam timbangan.
kemudian angka yang setelah = adalah , total ayam yang di timbang,

Contoh:
perhatikan angka di scala 340 = 2
artinya ayam yang beratnya 340gram ada 2 ekor. dan seterus nya. jika di total ayam tersebut semuanya ada 62 ekor ayam. silahkan di perhatikan kembali ,


Cara menghitung nya adalah:
Kita bisa menggunakan calculator dengan fungsi memory,
misalkan
340 x 2 (tekan M+) pada calculator anda.
360 x 2 (tekan M+) pada calcilator anda.
380 X 1 (tekan M+)
400 X 5 (tekan M+)
dan seterus nya sampai angka paling terakhir yaitu
580 x 1 (tekan M+) pada calculator anda.
Kemudian terakhir tekan MR atau MRC
Dan akan menghasilkan  29100 gram.
Artinya Total berat, yang di hasilkan dari 62 ekor ayam yang di timbang adalah 29100 gram. jadi untuk mengetahui hasil Rata-rata nya adalah:

29100 di bagi 62 ekor = 469.3 gram / ekor ayam.
sampai di sini yang kita hasilkna adalah menghitung rata2 berat badan ayam saja, jadi bagai mana untuk mengetahui Berapa persen rata2 ayam yang ada di kandang kita?

Untuk Menghitung persentase dari hasil contoh di atas adalah:
Kita sudah mengetahui rata rata ayam nya yaitu.
29100/62 = 469.3 gram /ekor.
kemudian kita harus mencari ayam yang beratnya Kurang dari 10 %
Dan ayam yang yang beratnya  lebih dari 10 %

Caranya:
Untuk mengetahui berat ayam yang kurang dari 10 %
469.3 di kurangi 10% , hasilnya 422 gram (karena di scala timbangan hanya menggunakan bilangan bulat , maka kita bulatkan saja menjadi 420 gram.)
Untuk Mengetahui ayam yang beratnya  lebih dari 10 %
469.3 di tambah 10% hasilnya adalah 516 gram (Karena di scala timbangan hanya menggunakan bilangan bulat, maka kita bulatkan saja angka 516, menjadi angka 520 gram)

Nah sekarang kita sudah mengetahui berat ayam yang kurang dari 10% yaitu 420 gram , dan ayam yang lebih dari 10 persen yaitu 520 gram.

catatan:
Ayam yang beratnya kurang dari 10%  adalah termasuk ayam dalam kategori kecil (di bawah rata2)
Dan ayam yang beratnya lebih dari 10 % adalah termasuk ayam dalam kategori besar atau paling besar (di atas rata-rata)

Jadi kita lihat kembali kedalam scala timbangan kita di atas, kita tandai dan hitung ayam yang beratnya
  • Kurang dari 10 %  (yg beratnya kurang dari 420) ada berapa ??
  • dan yang lebih dari 10 %  (yg beratnya Lebih dari 520) ada berapa ??
Didalam contoh ini (scala yang di atas) ayam yang beratnya kurang dari 420 ada: 10 ekor.
bagai mana mengetahuinya? 
kita lihat di posisi
scala 340 ada 2 ekor, scala 360 ada 2 ekor,  dan di scala 380 ada 1 ekor, total ayam yang kurang dari 420 adalah : 10 ekor.

Dan ayam yang Lebih dari 520  gram ada 9 ekor.
bagai mana mengetahuinya??
Kita lihat posisi:
scala 540 ada 5 ekor, scala 560 ada 3 ekor, 580 ada 1 ekor, dan total 9 ekor.
Jadi ayam yang Tidak termasuk ke dalam rata2  adalah 19 ekor ( ayam yang kurang dari 10% dan ayam yang lebih dari 10%)

Semua sudah kita ketahui, jadi untuk menghasilkan persentase nya adalah:
62 ekor dikurangi 19 = 43 
43 di bagi 62 di kali 100 (atau 43 di bagi 62 tekan tombol % pada calculator anda)
====
Hasilnya adalah 69.3%

62 = 29100
Avg(rata2)= 469 gram
<420 s/d 520>
69.3 %
====

Keterangan:

62 = Total ayam yang di timbang.
Avg = 469 ( rata2 ayam per-ekor)
<420 = ayam yang beratnya kurang dari 10 % (ayam kecil)
520 > = Ayam yang beratnya lebih dari 10 % (ayam paling besar)
69.3% = Rata-rata ayam dalam persentase , jadi 69.3%  ke seragaman ayam yang ada di dalam kandang tersebut (yang kita timbang tadi)

Terimakasih semoga bisa membantu


Halloween text generator
Postingan Terkait Lainnya :


Widget by private web

comment 17 comments:

narti on 23:17 mengatakan...

oh jadi diambil sample aja ya, berapa persennya, kirain ditimbang satu persatu loh....hihi...
tapi kalau beli walau labelnya sama misalnya 800gr, tetep aja milih yg gede...hehe...(pemikiran emak2, duitnya sama barangnya beda...hehe...)

sda on 23:18 mengatakan...

makasih artikelnya, lengkap banget.

info ternak on 23:27 mengatakan...

Mba narti:
soalnya kalau di rimbang semua (100%) ayam akan mengalami stress karena perlakuan yang kita sengaja, karena penimbangan atau pengambilan samples buat timbangan di lakukan 1 minggu satu kali, yang tujuan nya adalah untuk menghasilkan berat badan yang kita inginkan, dan setelah kita mengetahui berat nya tersebut, kita akan memperbandingkan atau ratio makanan dan pertumbuhan ayam, oh jadi memang sih kadang kepadatan ayam tidak sama mba, kadan gada ayam yang kelihatan kecil beratnya 800 gram (seperti yang mba katakan tadi, dan kadang ada yang tubuhnya agak besar akan tetapi loh kok beratnya sama.. karena perbedaan kepadatan daging yang di miiliki setiap indibidu ayan memang berbeda2. jadi pasti ngambil yang gede... padahal sama ya :D

SDA:
terimakasih atas kunjungan sobat ke sini :X
salam

Coretan sayang on 08:30 mengatakan...

tukeran liks yuk..biar tambah teman

netmild on 10:07 mengatakan...

nah gini ni gue demen ternak ayam dari dulu kepikiran pengen punya peternakan ayam hehh..

mantaf gan related post nya banyak banget berarti dah banyak postinganya sukses ya.

oia pertanyaan anda sudah saya jawab di postingan berikutnya silahkan anda baca terimakasih

infokomp on 04:03 mengatakan...

wah artikel baru nih...gimana udah sehat sob...o iya klo mengenai timbangan yang sesuai dengan kebutuhan bisa dikasih contoh timbangan beserta jenis klo bisa ama gambarnya sih biar lebih jelas...thnks

faku PR3 on 18:52 mengatakan...

hi link exchange please..ur link already put on my blogroll...linkback me please...thank you :)

anjrot.com on 07:12 mengatakan...

great news for me....its okey..
http://anjrot.com/

Bekasi Bersih on 06:28 mengatakan...

ribet juga ya mas.. tapi seru kayaknya hehe

ani garut mengatakan...

ok banget infonya, btw.. sampai umr berapa aym kampung siap u d panen? standar bobotv badan nya berapa? dan feed konsumsi yang d habiskan untk 1 ekr ayam dari umur 1hr hingga panen berapa ya? thanks atas jawabannya ya, d tunggu.. [ ani pameungpeuk garut ]

vio tatsuya on 17:58 mengatakan...

salam kenal ae lah... makasih ats infonya

info ternak on 00:05 mengatakan...

mba ani@
mohon maaf mba atas keterlambatan saya menjawab pertanyaan mba di atas,
untuk ayam kampung yang semi intensif biasanya panen nya sekitar pada usia 2 bulan, atau 8 minggu, adapun sebagai tambahan saya akan melampirkan jawaban yang masih berhubungan dengan ayam kampung ini, informasi ini di dapat ketika saya jalan2 di google
--
artikel ini dari google ketika blogwalking
Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Bibit

Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

2. Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :

* 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
* 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
* 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
* 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
* 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
* 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
* 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
* 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
terimakasih

info ternak on 00:07 mengatakan...

@vio tatsuya
salam kenal juga sobat....
terikamasih kasih kembali.

eL-Nino on 04:54 mengatakan...

MAU NANYA NIH??
APA SIH RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN ENERGI AYAM,.,.

adolescent on 16:46 mengatakan...

kunjungin yah Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI | SMS Gombal 2012 | Cara Beternak Ikan Lele | Cara Membuat Makalah | Cara Alami Menghilangkan Jerawat | Cara Memanggil Kuntilanak | Ciri Seseorang Mendekati Ajalnya | SMS Gombala 2012 | Cara Membuat Makalah | Kesehatan Remaja | Adolescent

adolescent on 16:53 mengatakan...

kunjungin yah Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI | SMS Gombal 2012 | Cara Beternak Ikan Lele | Cara Membuat Makalah | Cara Alami Menghilangkan Jerawat | Cara Memanggil Kuntilanak | Ciri Seseorang Mendekati Ajalnya | SMS Gombala 2012 | Cara Membuat Makalah | Kesehatan Remaja | Adolescent

ardhiborneogemilang on 19:44 mengatakan...

Sampling bobot ayam sangat penting dilakukan untuk mengetahui progres pertumbuhan ternak kita. bahkan penimbangan sudah harus dilakukan sejak DOC datang (masih di dalam box, sebelum diturunkan ke brooding) untuk memastikan apakah rata-rata bobot DOC sesuai standar. Jangan percaya pada tulisan di atas box.

Poskan Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
Powered by Blogger